Archives 2024

PPDS UB Kampanyekan Kesehatan Jantung Sejak Dini

Loading

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) pada Kamis (1/2). Kegiatan dilaksanakan di SD Ngijo 1 Kabupaten Malang dengan tema “Skrining Biru dan Pemeriksaan Echocardiography Penyakit Jantung Bawaan dan Launching Buku Saku Edukasi Pasien Penyakit Jantung Bawaan dan Keluarganya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan atas kerjasama antara beberapa pihak. Kerjasama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesi (Perki) Malang, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Fakultas Kedokteran (FK) UB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hadir untuk membuka kegiatan adalah Bupati Malang Drs. Sanusi MM.

Pada sambutannya Sanusi menyampaikan bahwa, kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan terkait deteksi dini penyakit jantung kepada masyarakat sejak dini. Masyarakat diharapkan akan dapat menjaga kesehatan, terhindar, dan mengetahui berbagai perawatan terkait penyakit jantung.

“Saya ucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kepedulian Perki Malang dan FK UB untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Malang. Kesehatan generasi muda merupakan salah satu kunci menyongsong masa depan yang lebih baik. Gerakan Masyarakat Sehat menjadi salah satu program penting yg dijalankan oleh Pemkab Malang,” sambut Sanusi.

“Pengetahuan dan kepedulian untuk selalu menjaga kesehatan sejak dini perlu terus digalakkan. Kesehatan akan mampu meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat, sambung Sanusi.

Kegiatan ini dilaksakana dalam beberapa rangkaian agenda. Penyuluhan terkait penyakit jantung oleh dr. Valerinna Yogibuana, Sp, JP(K), Launching buku saku edukasi pasien penyakit jantung bawaan dan keluarga, penyerahan buku, screening serta pendataan, dan pemeriksaan pasien penyakit jantung. Sebanyak 10 orang PPDS UB  terjun langsung untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. [pon/ron/humas]

Sumber : https://prasetya.ub.ac.id/pengabdian-masyarakat-ppds-ub-kampanyekan-kesehatan-jantung/

Mahasiswa FK Juarai Lomba Scientific Paper di Singapura

Loading

Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) meraih juara 1 dalam ajang lomba scientific paper pada East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2024 yang diselenggarakan di Singapura oleh Asian Medical Students’ Association International (AMSA-International).

Dalam wawancaranya, Sebastian Emanuelle menyampaikan bahwa sebelum mengikuti lomba ini secara internasional, dia dan tim dari Indonesia harus mendapatkan juara 1 atau 2 pada pre-conference competition yang diadakan secara nasional.

Tim ini beranggotakan Josh Nathaniel Jowono (Universitas Indonesia) selaku first author, Derren David Christian Homenta Rampengan (Univesitas Sam Ratulangi), Juan Alessandro Jeremis Maruli Nura Lele (Universitas Kristen Indonesia), serta Didi Setya Darma dan Sebastian Emmanuel Willyanto (Universitas Brawijaya).

Menurutnya, pada tahun ini, EAMSC 2024 mengangkat tema “Public Health & Preventive Medicine”. Berdasarkan tema tersebut, mereka berfokus pada masalah kesehatan masyarakat global, yaitu obesitas.

Tim Indonesia mengusung judul “Unlocking the Obesity Epidemic Solution: Network Meta-Analysis of Comparative Effectiveness Between Gamification Strategies in Prevention and Treatment” yang membahas evaluasi efektivitas metode gamifikasi melalui beberapa metode seperti virtual reality, augmented reality games, dan lain-lain dalam penanganan masalah obesitas.

“Kami bersyukur memperoleh juara 1 pada pre-conference competition yang diadakan di tingkat nasional sehingga dapat melanjutkan ke tingkat internasional. Selain itu, kami juga bersyukur dapat memperoleh academic paper grand winner, sekaligus delivery of care subtheme winner,” tambahnya.

Sebastian menambahkan, kompetitor pada perlombaan academic paper ini berasal dari institusi-intitusi terkemuka di Indonesia, Hongkong, Australia, Thailand, Taiwan, dan Singapura.

Saat ditanya mengenai kiat untuk sukses dalam ajang ini, Sebastian memaparkan bahwa ia mulai mendalami perlombaan scientific paper sejak semester 3 pada perlombaan yang diselenggarakan oleh AMSA maupun organisasi/universitas lain.

“Motivasi saya peroleh dari kesadaran akan pentingnya riset di bidang kedokteran sebagai seorang klinisi di kemudian hari,” terangnya.

Disamping itu, motivasi dalam menyusun paper juga ia dapatkan dari dorongan dan dukungan keluarga, kakak tingkat, maupun dosen-dosen. Sebastian merasa bersyukur dapat menempuh studi di FKUB yang terbuka akan riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa.

Sumber : https://prasetya.ub.ac.id/mahasiswa-fkub-juarai-lomba-scientific-paper-di-singapura/

IKA Doktor Ilmu Kedokteran FK UB Gelar Bakti Sosial untuk Guru Honorer di Kota Malang

Loading

Ikatan Alumni (IKA) Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menggelar bakti sosial di Kecamatan Kedungkandang (27/1/2024). Baksos yang digelar memberikan bantuan kepada 100 guru honorer dari 21 sekolah swasta se-Kecamatan Kedungkandang.

Guru honorer yang diundang mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Mereka mendapatkan bantuan berupa sejumlah sembako. Selain itu, para guru juga berkesempatan untuk berdiskusi bersama dengan para dokter terkait kondisi guru honorer hingga imunisasi polio.

Ketua pelaksana Dr. dr. Cesarius Singgih Wahono, Sp.PD-KR mengatakan sangat senang bisa bertemu dengan para guru honorer. Beliau sempat mengajak sekaligus memimpin para tenaga pendidik tersebut untuk menyanyikan lagu yang bertema guru.

Perhatian IKA FK UB terhadap nasib guru semakin terketuk saat melihat video guru honorer di daerah lain yang diunggah di grup WhatsApp alumni. “Dari sana, kami mengumpulkan donasi. Kami juga mendapat bantuan dari Kecamatan Kedungkandang yang mewadahi ini,” terang beliau.

Dr. dr. Cesarius Singgih Wahono, Sp.PD-KR menambahkan, kegiatan berbagi bersama juga dihadiri oleh Ketua IKA FK UB dr. Aries Budianto, Sp.B, Subsp, BD(K). “Nantinya beliau berencana menyampaikan mengenai guru honorer hingga ke tingkat IKA UB,”. Dengan demikian, donasi yang terkumpul bisa lebih banyak dan menjangkau guru-guru honorer lainnya yang berhak menerima manfaat.

Kegiatan berbagi yang dilaksanakan oleh IKA Doktor Ilmu Kedokteran FK UB mendapat apresiasi dari Camat Kedungkandang Fahmi Fauzan. Beliau berterima kasih kepada IKA FKUB yang telah memberi perhatian kepada guru honorer. Dr. dr. Cesarius Singgih Wahono, Sp.PD-KR menambahkan bahwa acara ini juga didukung oleh Prof Agustina Tri Endharti, S.Si., Ph.D selaku Ketua Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas kedokteran UB.

Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Komite Sekolah Kota Malang, Dihin Windarti mengatakan bahwa belum semua guru di Kota Malang hidup sejahtera. Misalnya saja, guru honorer sekolah swasta kecil yang rombelnya sedikit. Bahkan, ada yang penghasilannya jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK). “Karena itu kami berkomunikasi dengan IKA Doktor Ilmu Kedokteran FK UB,” terang Dihin Windarti.

Beliau berharap kegiatan bakti sosial di Kecamatan Kedungkandang ini bisa menjadi pilot project, sehingga ke depan ada perhatian untuk guru-guru di kecamatan lain. Tidak hanya dikalangan akademisi, tetapi juga pihak-pihak lainnya.

Penandatanganan Letter Of Intent (LOI) FK UB Dengan Fakulti Perubatan Dan Sains Kesihatan Universiti Malaysia Sabah (UMS)

Loading

Senin, 23 Januari 2024 – Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melaksanakan serangkaian kegiatan seremonial penandatanganan kerjasama Letter of Intent (LOI) dengan Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Malaysia Sabah (UMS).

Penandantangan secara kerjasama ini dilaksanakan secara simbolis di Ruang Senat, GPB lantai 9 oleh Dekan FKUB Dr. dr. Wisnu Barlianto, MSi., Med., Sp.A (K) dan Dekan FKIK – UMS Datuk Dr. Mohd Yusof Hj Ibrahim (secara daring/online).

Kerjasama ini berisikan beberapa point diantaranya adalah : Pertukaran Dosen, Peneliti dan Mahasiswa, Pengawasan Bersama Terhadap Mahasiswa Pascasarjana dan Peneliti, Kolaborasi dalam proyek komunitas dan poryek inovasi, Penelitian dan publikasi ilmiah yang kooperatif.

Dekan FKUB Dr. dr. Wisnu Barlianto., MSi., Med., Sp. A (K) dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  kami di FKUB memiliki sebanyak 30 Program Studi dimana ada 4 Depaertemen yang membawahinya, diantaranya: 1. Departemen Kedokteran, 2. Departemen Farmasi, 3. Departemen Kebidanan dan 4. Departemen Kedokteran Spesialis dan Sub Spesialis.

Kami sangat merasa terhormat atas dilaksanakannya kegiatan Penandatangan LOI antara FKUB dan Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan Universiti Malaysia Sabah (UMS).

Kolaborasi ini menandakan komitmen terhadap keunggulan akademik, inovasi penelitian, dan memajukan layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran.

Pada kesempatan yang sama Dekan FPSK UMS, Datuk Dr Mohd Yusof Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang dilaksanakan oleh FKUB dan FPSK UMS .

Ia berharap semoga kerjasama ini nantinya dapat terus berkelanjutan dalam berbagai kepentingan yang tekah disebutkan di dalam LOI.

Kami juga mengundang Dekan dan Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk dapat hadir secara langsung ke kampus kami di Sabah Malaysia, tuturnya .

Hadir dalam kegiatan ini Dekan yang didampingi Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan dan Sumberdaya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Ketua Departemen Farmasi, Ketua Program Studi dilingkungan Farmasi dan Ketua Departemen Kedokteran an Ketua Deaprtemen Kedokteran Spesialis dan Sub . Spesialis FKUB.  (An4nk – Humas FKUB)

Sumber : https://fk.ub.ac.id/penandatanganan-letter-of-intent-loi-fk-ub-dengan-fakulti-perubatan-dan-sains-kesihatan-universiti-malaysia-sabah-ums/

Berkomitmen Cetak Dokter Spesialis Pemkot Yogyakarta Laksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman Dengan UB

Loading

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara UB dan Pemkot Yogyakarta 

Malang, Selasa, 23 Januari 2024 – Universitas Brawijaya terus berkomitmen dalam mendukung upaya pemerataan, persebaran dan peningkatan pelayanan kesehatan diseluruh wilayah Indonesia khususnya dalam bidang pelayanan Kedokteran Spesialistik.

Sampai dengan saat ini pelayanan Kedokteran Spesialis di Indonesia masih belum merata, Universitas Brawijaya melalui Program Pendidikan Utusan Khusus (PPUK) yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, turut mendukung upaya pemerintah dalam percepatan tenaga Dokter Spesialis.

Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) menandai kerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui seremonial Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor UB, Dekan Fakultas Kedokteran UB, dan PJ Walikota Yogyakarta, yang dilaksanakan  di Ruang Jamuan, Lantai 6 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo,SSi., MSi., Ph.D., Med. Sc. dalam sambutannya menyampaikan selamat datang bagi Bapak PJ Walikota Yogyakarta dan segenap jajarannya di Kampus Universitas Brawijaya.

Alhamdulillah kita juga punya kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, di Universitas Brawijaya kita sudah memiliki 184 Program Studi dan hampir seluruh keilmuan sudah ada di Universitas Brawijaya.

Kami selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, researchnya juga terus kita tingkatkan dan tidak kalah pentingnya Pengabdian Kepada Masyarakat juga terus kita tingkatkan, tegas Guru Besar UB ini.

Dibidang Kesehatan hampir lengkap keilmuannya, Selain Kedokteran kami juga memiliki Prodi Keperawatan, Gizi, Kebidanan dan Farmasi, katanya.

Dekan FKUB dan PJ Walikota Yogyakarta Melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman Terkait PPUK

Namun yang paling banyak dari sekian Fakultas yang ada di Universitas Brawijaya adalah Fakultas Kedokteran dimana didalamnya terdapat sebanyak 4 Departemen dan 30 Program Studi, dimana pada Deaprtemen Kedokteran Spesialis dan Sub Spesialis terdapat sekitar (20 prodi) di FKUB, terang Mantan Dekan FMIPA ini.

Dan Alhamdulillah pelaksanaan proses pendidikan telah di kelola dengan baik, tentu dengan kerjasama dari Bapak Ibu sekalian dan mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini hubungan anatara Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kota Yogyakarta semakin baik dan kita dapat meningkatkan silaturahmi kedepannya.

Sementara itu, Singgih Raharjo S.H.,M.Ed. selaku (Penjabat Walikota Yogyakarta) dalam sambutannya menyampaikan, kami bersyukur hari ini kita dapat bertemu di Universitas Brawijaya.

Kota Malang dan Kota Yogyakarta terdapat banyak kesamaannya, antara lain kesamaannya dalah sama-sama concern dengan dunia pendidikan, dimana Brawijaya sebagai Rajanya ada di Malang dan Patihnya Gadjah Mada ada di Kota Yogyakarta yang juga menjadi cikal bakal kampus UGM dan diikuti oleh banyaknya universitas dan institusi lainnya.

Secara budaya kita hampir sama, kenapa kami memilih menyekolahkan putra putri daerah kami di Universitas Brawijaya? Karena ini merupakan wujud komitmen kami dalam upaya memberikan kesempatan bagi putra daerah dalam melanjutkan sekolah di Kedokteran spesialis di FKUB dan nantinya mampu mengabdi dan mendukung kami dalam mewujudkan peningkatan pelayanan kedokteran spesialis di Kota Yogya, ungkap alumni UII Yogya ini.

Ini adalah wujud komitmen kami untuk menyediakan pelayanan kesehatan terbaik di Kota Yogyakarta. Kami masih memiliki banyak kekurangan SDM dibidang Kedokteran Spesialis, dan dari banyaknya penyelenggara pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia,  pilihan hati kami jatuh pada  Universitas Brawijaya, dan Alhamdulillah lamaran kami disambut baik oleh Universitas Brawijaya , jadi tidak bertepuk sebelah tangan , candanya.

Kami berharap semoga kerjasama dari Program  ini dapat berjalan dengan baik, dan terus berkelanjutan sehingga mampu mencetak tenaga dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khusunya di Kota Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini Rektor Universitas Brawijaya di dampingi oleh Wakil Rektor IV dan V, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya , Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Direktur Kerjasama Universitas Brawijaya, (An4nk – Humas FKUB)

Sumber : https://fk.ub.ac.id/berkomitmen-cetak-dokter-spesialis-pemkot-yogyakarta-laksanakan-penandatangan-nota-kesepahaman-dengan-ub/

Sebuah Karya Inovasi Dosen FKUB “Domy Brush Suction” Di Launching Oleh Dirjen Falmakes Kemenkes RI, Solusi Untuk Efisiensi Tindakan Operasi Yang Aman

Loading

Dalam sebuah pelayanan di Rumah Sakit/ Klinik khususnya dalam  tindakan medis seperti operasi, membutuhkan sebuah prosedur yang sangat penting untuk diperhatikan.

Efisiensi waktu dan penanganan yang sigap adalah hal yang menjadi prioritas bagi keselamatan para pasien.

Namun dalam pelaksanaannya masih seringkali ditemukan beberapa kendala dan masalah ketika melakukan tindakan bagi para pasien khususnya dalam sebuah tindakan operasi salah satunya adalah tersumbatnya alat penghisap (suction) untuk darah atau cairan tubuh lainnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT  menciptakan sebuah karya inovasi yang bernama “ Domy Brush Scution” yang pada hari Jumat (19/01/24) kemarin, secara resmi di luncurkan / launching oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen Falmakes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam acara yang bertajuk “Percepatan Dalam Rangka Pengembangan Inovasi Produk  Dalam Negeri yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Saat diwawancarai secara terpisah oleh Humas FKUB, dr. Domy menjelaskan bahwa, alat ini kami ciptakan setelah melihat permasalahan yang biasanya terjadi dikamar operasi khususnya saat melakukan tindakan operasi debriment, dimana sering ditemukan tersumbatnya selang suction dikarenakan beberapa hal dan tidak jarang beberapa yang seharusnya tidak diperbolehkan terhisap malah ikut terhisap (debu, kotoran, atau jaringan mati), tuturnya.

Hal tersebut biasanya terjadi  dikarenakan adanya sumbatan, dan karena sumbatan ini kita harus kehilangan waktu sekitar 5- 10 menit untuk membersihkan, memperbaiki atau bahkan juga mengganti selang tersebut.

Setelah kami cermati ternyata salah satu penyebab tersumbatnya selang ini adalah ujung suction yang selama ini digunakan bentuknya masih rigid dan hanya memiliki satu lubang saja, akhirnya saya mencoba membuat sebuah inovasi untuk tip suction, dengan membuat tip suction yang memiliki 6 selang dan 2 lubang pada masing-masing selangnya. Dimana jika dalam tindakan dikamar operasi satu lubang yang tersumbat maka masih ada selang lain yang dapat difungsikan untuk membantu suction dan hal ini kami butuhkan karena berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya sumbatan, jelasnya.

Selain itu, Domy Brush Suction ini kami lengkapi dengan selang yang flexible dan non traumatic pada bagian ujung agar tidak mencederai jaringan sekitar  sehingga bisa dengan mudah masuk pada daerah-daerah yang sempit dan susah dijangkau dan fungsi dari suction akan semakin maksimal yang akan sangat membantu suction. Apalagi pada bagian badan juga terdapat thumb valve control yang dapat mempermudah operator dalam hal mengontrol tekanan suction.

Domy Brush Suction diharapkan untuk menjadi solusi penanganan yang cepat, efisien dan meningkatkan faktor keamanan tindakan operasi saat digunakan oleh tim medis dalam menangani pasien dimeja operasi  dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan dan perkembangan dunia kesehatan baik pada bidang pelayanan  di Rumah Sakit maupun pendidikan Kedokteran serta kemajuan alat kesehatan di Indonesia.

Melalui kegiatan launching produk alat kesehatan yang dilaksanakan oleh Kemenkes RI ini,  saya sangat yakin dengan kemampuan anak bangsa untuk terus dapat  mengembangkan produk – produk inovatif alat-alat kesehatan.

Inovasi tidak harus selalu canggih, tetapi bila kita jeli dalam mengamati hal-hal yang terjadi disekitar kita, maka kita akan dapat memanfaatkan semua momentum untuk membangun kemandirian, ungkap Dosen yang juga Alumni FKUB Angkatan 2009 ini. (An4nk – Humas FKUB)

Sumber : https://fk.ub.ac.id/sebuah-karya-inovasi-dosen-fkub-domy-brush-suction-di-launching-oleh-dirjen-falmakes-kemenkes-ri-solusi-untuk-efisiensi-tindakan-operasi-yang-aman/

Expo Pendidikan dan Karir Alumni Kedokteran Brawijaya

Loading

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Expo Pendidikan dan Karir Alumni secara Virtual pada tanggal 11 – 12 November 2023, yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang berbagai pilihan pendidikan dan karir di Kedokteran Universitas Brawijaya.

Agenda kegiatan pada Hari ke-1 (11/11/2023) adalah Expo Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang terdiri dari Expo Program Studi Sarjana FKUB, Expo Program Studi Pasca Sarjana FKUB, dan Expo Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis FKUB.

Pada hari ke-2 (12/11/2023) diselenggarakan Expo Karir dan Alumni FKUB. Acara terbagi menjadi 3 sesi dengan moderator dan pemateri yang berbeda. Pada sesi 1 bertema talkshow alumni yang berkarir sebagai TNI dan Polri, pada sesi 2 membahas tentang alumni yang berkarir sebagai pejabat pemerintahan, direksi rumah sakit, dan ketua organisasi profesi. Sesi 3, talkshow alumni yang berkarir sebagai peneliti WHO dan lembaga pendidikan.

Ada Rekor MURI dan Kiddy Cinema di Dies Natalis FK UB ke 50 yang Dimeriahkan Expo Inovasi Prodi

Loading

Dies natalis ke 50 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berlangsung meriah, Minggu (7/1/2024). Acara dimeriahkan peresmian auditorium di lantai 10, expo inovasi prodi hingga pemberian rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Rekor MURI itu untuk kegiatan alumni bersepeda menempuh jarak 1005,14 km dengan start dari tugu Monas Jakarta ke kampus UB Malang. Perjalanan itu mulai 30 Desember 2023 sampai 3 Januari 2024 dan tercatat di rekor MURI nomer 11.497. Ketua tim gowes alumni adalah dr Sadi Hariono MMRS, alumni 1982. Dari data yang diperoleh suryamalang.com, ada lima orang tim inti dalam kegiatan bersepeda dengan rute Jakarta, Bandung, Purwokerto, Tulungagung dan Malang itu.

Sementara itu, Rektor UB , Prof Widodo saat meresmikan auditorium di lantai 10 mengatakan auditorium itu bisa dijadikan tempat acara seperti meeting, konferensi internasional karena sudah berstandar internasional. “Sebagaimana disampaikan Pak Dekan FK, auditorium itu juga bisa dimanfaatkan fakultas lain di UB jika tidak sedang dipakai. Semangat sharing ini seperti gotong royong sebagai satu keluarga besar UB,” jelas Widodo pada wartawan. Dekan FK UB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA (K) menambahkan, kapasitas auditorium baru sebanyak 200 orang dengan biaya Rp 8 Miliar.

Setelah peresmian auditorium dan berkeliling melihat booth expo, Rektor UB menyampaikan pesan untuk pengembangan inovasi yang sudah dilakukan FK. “Inovasi sangat banyak yang bisa diterapkan di masyarakat, rumah sakit dan  kedokteran. Ini bisa dilakukan upskiling sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Sedang produk inovasinya bisa masuk ke mass production kerjasama dengan industri,” pesan Widodo.

Booth di Expo inovasi prodi FK UB terlihat menarik, seperti di booth THT-BKL yang menonjolkan bentuk telinga di, bagian depan boothnya. Sedang di departemen Pediatric, booth-nya diisi pemutaran film. Para kru booth itu memakai baju tokoh berbagai film anak seperti kumpulan film Harry Potter, Frozen, Mulan dan lainnya. “Kru yang memakai kostum ada 25-30 an,” jawab dr Saptadi Yuliarto SpA (K), Ketua Prodi Dokter Spesialis Anak FK UB.

Sumber : https://suryamalang.tribunnews.com/2024/01/07/ada-rekor-muri-dan-kiddy-cinema-di-dies-natalis-fk-ub-ke-50-yang-dimeriahkan-expo-inovasi-prodi

Rektor Universitas Brawijaya, setelah peresmian auditorium, berkeliling melihat booth expo

Alumni berikan Beasiswa Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswa FK UB

Loading

Ikatan Alumni Komisariat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menggelar “Reuni Akbar Emas 50 Tahun FK UB” Sabtu (6/1/2024). Selain temu alumni dan pentas musik, dalan rangkaian acara tersebut Alumni FK UB melalui yayasan alumni yaitu “Yayasan Panji Hijau Muda” turut memberikan Beasiswa Bantuan Pendidikan untuk mahasiswa Sarjana dan Profesi Kedokteran kepada Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Ketua Ikatan Alumni Komisariat FK UB, dr. Aries Budianto, Sp.B, Subsp, BD(K) bersama Dekan FK UB, Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K)